Banner 728x90px

Tentang Rindu dan Ilmu: Mengapa Kita yang Harus Mendekat?


Total Kunjungan Anda:

Oleh : Wahyu Nor Rozi

Dalam sejarah Islam, nama Imam Malik bin Anas (w. 179 H) dikenal sebagai salah satu ulama besar yang teguh menjaga kehormatan ilmu. Beliau pernah menolak permintaan khalifah untuk datang ke istana demi mengajarkan ilmu kepada anak-anaknya. Prinsip yang dipegang Imam Malik sangat jelas: “Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.” Bagi beliau, ilmu memiliki martabat yang tinggi, sehingga orang yang ingin menuntutnya harus datang dengan penuh kesungguhan dan kerendahan hati.  

Prinsip ini terasa sangat relevan jika kita kaitkan dengan dunia pendidikan di Indonesia saat ini, khususnya di SMK Muhammadiyah Berbah. Sekolah bukan sekadar tempat formal untuk menerima pelajaran, melainkan ruang di mana ilmu dihormati, dicari, dan dihidupi.  

Menghidupkan Prinsip Imam Malik di SMK Muhammadiyah Berbah

1. Menumbuhkan Kesadaran Siswa untuk Mencari Ilmu  

   Di era digital, siswa sering merasa bahwa informasi bisa datang dengan mudah melalui gawai. Namun, semangat Imam Malik mengingatkan bahwa ilmu sejati bukan sekadar informasi, melainkan pemahaman yang diperoleh dengan kesungguhan. Di SMK Muhammadiyah Berbah, siswa diajak untuk aktif datang ke kelas, laboratorium, maupun kegiatan ekstrakurikuler dengan semangat mencari, bukan menunggu.  

2. Guru sebagai Sosok yang Dimuliakan  

   Imam Malik menolak merendahkan ilmu dengan “mengantarkan” ke istana. Begitu pula, guru di sekolah adalah sosok yang harus dihormati. Bukan sekadar penyampai materi, melainkan pembimbing moral dan spiritual. Sikap hormat siswa kepada guru menjadi bagian penting dari menjaga martabat ilmu.  

3. Lingkungan Belajar yang Menghargai Proses  

   SMK Muhammadiyah Berbah menekankan praktik nyata—baik di bengkel, laboratorium, maupun dunia industri. Prinsip “ilmu itu didatangi” tercermin ketika siswa harus berusaha keras memahami teori, lalu datang ke ruang praktik untuk menguji dan mengasah keterampilan.  

4. Membangun Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab  

   Menuntut ilmu berarti siap berkorban: waktu, tenaga, bahkan kenyamanan. Siswa SMK Muhammadiyah Berbah diajak untuk disiplin hadir, aktif bertanya, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Inilah bentuk nyata dari menghormati ilmu sebagaimana diajarkan Imam Malik.


Refleksi untuk Generasi Muda

Pesan Imam Malik seakan menegur generasi sekarang: jangan menunggu ilmu menghampiri, tetapi datangilah dengan semangat dan kerendahan hati. Di SMK Muhammadiyah Berbah, semangat ini bisa menjadi fondasi untuk mencetak lulusan yang bukan hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, menghormati ilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman.  

Ilmu bukan sekadar kumpulan teori, melainkan cahaya yang harus dicari. Dan sebagaimana Imam Malik menegaskan, cahaya itu akan bersinar bagi siapa saja yang mau mendatanginya dengan kesungguhan.

Active Learning, Active Soul, Menghidupkan Kembali Adab Mencari Ilmu, Proaktif Itu Kunci: Rahasia Sukses untuk Siswa yang Hebat (Adab Dulu, Skill Kemudian).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Web SMKMuhberbah.com menggunakan dofollow, untuk memberikan apresiasi sedikit backlink kepada yang mau sudi mampir dan berkomentar.
Namun kami tidak menerima komentar berupa spam sehingga kami memoderasi setiap komentar, dan akan kami menghapus selamanya setiap komentar dengan link hidup.
Terima kasih